Masalah Dalam Penelitian Kualitatif


Membangun sebuah penelitian kualitatif, tentunya harus memperhatikan tentang bagaimana masalah yang ada di lapangan. Pasalnya, masalah yang ditemui adalah penentu untuk jenis penelitian apa yang akan digunakan.


Halaman ini, akan menjelaskan kepada Anda tentang bagaimana yang dimaksud dengan masalah dalam penelitian kualitatif. Mari kita mulai.





Masalah Dalam Penelitian Kualitatif



Hal pertama yang semestinya diketahui adalah tentang masalah itu sendiri. Memahami tentang makna dari "masalah", adalah langkah awal untuk mendapatkan jalan keluar dari menentukan masalah penelitian kualitatif.


Penelitian kualitatif tentunya berbeda dengan jenis penelitian lainnya. Maka dari itu, baik persoalan ciri masalah, sifat masalah, atau hal lainnya, tentu mempengaruhi tentang metode penelitian yang akan digunakan untuk menyelesaikannya.


Masalah adalah kesenjangan. Dimana, adanya ketidaksesuaian antara konsep (teori) dan kenyataan (fakta).




Sebagai contoh: Orang yang belajar, akan menjadi lebih pintar atau mendapat nilai 100 dalam ulangannya. Tetapi kenyataannya, dia hanya mendapat nilai 60.


Tujuan dari belajar, adalah pintar, atau mengetahui sesuatu. Semestinya, ketika ia diuji, maka ia akan mengetahuinya. Bila tidak, maka ada masalah disana.


Contoh di atas, menggambarkan bahwa adanya kesenjangan atau ketidaksesuaian, antara teori-teori yang ada, dengan fakta di lapangan.





Menentukan Masalah Dalam Penelitian Kualitatif



Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa setiap metode penelitian memiliki bentuk masalah yang berbeda-beda.


Penelitian kualitatif, lebih sering disebut sebagai penelitian deskriptif. Oleh sebab itu, jenis masalah dalam penelitian ini semestinya persoalan yang dapat dianalisis dan di deskripsikan pula.


Ada beberapa modal dasar, untuk menentukan masalah dalam penelitian kualitatif ini. Adapun yang dimaksudkan itu seperti:



  1. Memiliki pengetahuan tentang teori tertentu;

  2. Memahami tentang metodologi penelitian kualitatif;

  3. Melakukan observasi berkelanjutan; dan

  4. Menemukan kesenjangan antara teori yang dipelajari dengan fakta di lapangan.


Jika peneliti telah lebih dulu mengetahui beberapa teori terkait suatu hal, dan juga telah mengetahui secara luas tentang metodologi penelitian kualitatif itu, maka ini menjadi lebih mudah untuk menemukan masalah dalam penelitian kualitatif.


Praktik yang dapat dilakukan untuk menemukannya, adalah melalui observasi berkelanjutan. Artinya, observasi yang dilakukan itu tidak hanya dilangsungkan sesaat, meski bersifat relatif. Bergantung dengan sejauh mana kesenjangan itu ditemukan.





Perbedaan Masalah Dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif



Bagian Bonus


Kedua jenis penelitian ini (kualitatif dan kuantitatif), memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Kualitatif lebih mengedepankan deksriptif dan dinamis, sedang kuantitatif lebih statis. Lantas, bagaimana dengan masalah pada masing-masing jenis penelitian ini?


Masalah dalam kajian kualitatif, diarahkan pada fenomena, kondisi, budaya, atau hal yang serupa dengannya. Oleh sebab itu, hal ini cenderung tidak memiliki angka, dan hanya bersifat deskriptif dinamis.


Sedang kuantitatif, masalah penelitiannya cenderung untuk mengukur suatu hal, yang pada dasarnya bersifat statis yang sudah direncanakan sejak awal. Masalah kuantitatif, untuk mengetahui sesuatu, atau bahkan mematahkan teori-teori sebelumnya.

Komentar