Teknik Sampling

Teknik Sampling adalah teknik pengambilan sampel. Itu artinya, teknik sampling merupakan teknik atau cara yang digunakan untuk mengambil sampel.
Reza Noprial Lubis, M.Pd

Teknik Sampling adalah teknik pengambilan sampel. Itu artinya, teknik sampling merupakan teknik atau cara yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi penelitian yang ada. Dalam penelitian, secara umum terdapat dua jenis teknik sampling, yaitu mengambil sambel secara acak (probability sampling) dan pengambilan sampel secara tidak acak (non probability sampling).

Pengambilan sampel secara acak (random), itu berarti memberi kesempatan seluruh populasi untuk diikutsertakan dalam sampel. Ini berarti peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan sampel penelitiannya, dan secara tidak langsung mengurangi subjektifitas ketika menentukan sampel penelitian yang dilakukan.

Sementara untuk teknik non probability sampling berarti, itu berarti pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Agar pengambilan sampel itu baik, hal ini dipengaruhi oleh kemampuan dari peneliti akan analisis terhadap konsisi populasi yang ada dalam penelitiannya.

Probability Sampling

Istilah Probability Sampling sama saja dengan Random Sampling. Kedua istilah ini kerap digunakan, pada dasarnya kedua istilah tersebut mengacu pada makna yang sama.

Probability memiliki makna peluang, kesempatan, atau kemungkinan. Jadi, Probability Sampling dapat dimaknai sebagai penentuan sampel, dengan keadaan dimana semua anggota populasi memiliki peuang, kesempatan, atau kemungkinan yang sama untuk dijadikan sebagai sampel dalam penelitian.

Oleh karena semua anggota populasi memiliki kesempatan untuk menjadi sampel, maka semestinya semua populasi itu diketahui dan tidak ada diantara mereka yang tidak bisa dijadikan sampel.

Non-Probability Sampling

Seperti apa yang dijelaskan pada pengantar bagian ini, bahwa Non-Probability Sampling adalah penentuan sampel dengan cara memperhatikan atau dengan pertimbangan tertentu. Itu artinya, tidak semua populasi dapat dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian. Dalam hal ini, peneliti memperhatikan orang-orang (bila penelitian melibatkan orang dalam sampel) yang layak untuk dijadikan sebagai sampel (berpartisipasi) dalam penelitian.

Teknik penggunaan sampel Non Probability sangat berguna untuk studi eksplorasi seperti survei. Teknik ini digunakan bilamana tidak memungkinkan untuk menentukan sampel Probability karena keterbatasan waktu dan biaya, atau yang lainnya.

Terdapat beberapa jenis teknik sampling, yang termasuk pada Non Probability Sampling. Diantaranya seperti:

  1. Quota Sampling
  2. Purposive & Judgemental Sampling
  3. Snowball Sampling
    Snowball diartikan sebagai "Bola Salju". Istilah ini memang sangatlah unik. Namun bila diamati, bola salju akan terus berjalan ke arah bebas hingga pada akhirnya berhenti. Bolah salju itulah yang dikatakan sebagai proses disini.
    Teknik ini, akan diterapkan ketika jumlah sampel kecil atau mengecil. Cara kerjanya adalah, ketika peneliti berhasil menentukan sampel yang sesuai, kemudian meminta mereka untuk mencarikan subjek lainnya untuk dijadikan sampel selanjutnya. Adapun gambaran tentang pelaksanan teknik sampling Snowball seperti ini: Peneliti → Sampel → Sampel Selanjutnya. Jadi, ini bergerak secara terus-menerus hingga menemukan sampel yang tepat.
Reza Noprial Lubis, M.Pd
Seorang praktisi pendidikan yang gemar menulis. Halaman blog ini, didedikasikan untuk memberikan nilai edukasi kepada setiap pengunjung tentang pendidikan Islam.
Komentar