Aliran Filsafat Pendidikan Islam

Aliran Filsafat Pendidikan Islam berasal dari kumpulan para tokoh yang berpendapat filsafat pendidikan islam itu sendiri sebagai suatu aliran. Mereka percaya bahwa filsafat pendidikan islam memiliki beberapa aliran utama yang saling berkaitan. Mari pelajari lebih lanjut.





Sekilas Tentang Filsafat Pendidikan Islam



Filsafat pendidikan Islam berpusat pada ajaran Tuhan, yang diterjemahkan ke dalam bentuk pengajaran dan pelajaran di sekolah. Filsafat ini menekankan pada aspek spiritual dan moral dalam pendidikan, seperti akhlak (etika) dan ajaran agama. Filsafat pendidikan Islam juga menekankan pada aspek intelektual, seperti logika, filsafat, dan sains.



Ada beberapa aliran filsafat pendidikan Islam, yaitu aliran tradisional, aliran modern, dan aliran postmodern. Aliran tradisional berpijak pada ajaran dan nilai-nilai agama, sementara aliran modern berpijak pada pengetahuan ilmiah dan filsafat Barat. Aliran postmodern berpijak pada pengetahuan lokal dan spiritual.





Aliran Filsafat Pendidikan Islam



Berikut ini merupakan beberapa aliran-aliran dalam filsafat pendidikan Islam.



  1. Aliran Konservatif Dalam Filsafat Pendidikan Islam
    Aliran Konservatif dalam filsafat pendidikan islam mengandung beberapa pemikiran yang berbeda-beda. Salah satu aliran konservatif yang paling terkenal di kalangan filsuf pendidikan Islam adalah aliran Traditionalisme. Aliran ini dipelopori oleh Abu Hamid al-Ghazali. Ia menekankan pentingnya pendidikan agama dan moralitas dalam pendidikan anak-anak muslim. Ia berpendapat bahwa pendidikan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak muslim adalah pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkanKeyakinan mereka terhadap ajaran Islam dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang taat kepada Allah.



  2. Aliran Religius-Rasional Dalam Filsafat Pendidikan Islam
    Aliran religius-rasional dalam filsafat pendidikan Islam berusaha untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pendidikan Islam sekarang ini. Pendidikan Islam sekarang ini sedang mengalami masalah yang serius, diantaranya masalah pendidikan kualitas guru, Kurikulum 2013, dan sebagainya.

    Aliran ini beranggotakan para tokoh yang berpendapat bahwa yang terpenting dalam pendidikan Islam bukanlah syariat atau hukum Islam, melainkan ajaran-ajaran Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Syariat atau hukum Islam hanyalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, bukan sebagai tujuan utama.

    Tokoh-tokoh religius-rasional ini berpendapat bahwa penekanan terhadap syariat atau hukum Islam dalam pendidikan sekarang ini menjadikan pendidikan Islam kurang bermakna dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka juga berpendapat bahwa penekanan terhadap ajaran-ajaran Islam akan lebih mengarahkan siswa untuk mencari tahu tentang ajaran-ajaran Islam itu sendiri dan mencoba untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Aliran Religius-Rasional dalam Filsafat Pendidikan Islam adalah aliran yang mengutamakan pemikiran rasional dan religius dalam pendidikan Islam. Aliran ini berbeda dengan aliran pendidikan Barat yang lebih mengutamakan rasionalitas. Aliran ini juga berbeda dengan aliran konservatif dan pragmatis dalam pendidikan Islam. Aliran Religius-Rasional dalam Filsafat Pendidikan Islam dijelaskan oleh beberapa tokoh, seperti Harun Nasution. Menurut Harun Nasution, Pendidikan Islam harus diterapkan dan dipandang dari area agama, dengan menggunakan dasar ajaran agama Islam menjadikan Pendidikan yang bernilai religius sehingga para peserta didik bisa mengenal dan mempelajari nilai-nilai penyembahan Tuhan dengan tidak mengesampingkan ajaran akademik. Aliran ini juga menginternalisasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan Islam.



  3. Aliran Pragmatis Dalam Filsafat Pendidikan Islam
    Aliran pragmatis dalam filsafat pendidikan Islam beranggapan bahwa seorang pendidik haruslah berpraktek dalam dunia pendidikan. Ia percaya bahwa seorang pendidik tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga harus berpraktek dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga percaya bahwa seorang pendidik harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi pendidikan saat ini.


    Aliran pragmatis dalam filsafat pendidikan Islam dianggap sebagai aliran yang paling dekat dengan dunia pendidikan. Ia beranggapan bahwa seorang pendidik haruslah berpraktek dalam dunia pendidikan. Ia percaya bahwa seorang pendidik tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga harus berpraktek dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga percaya bahwa seorang pendidik harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi pendidikan saat ini.


    Aliran pragmatis dalam filsafat pendidikan Islam juga percaya bahwa seorang pendidik harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk melakukan tugasnya. Ia juga percaya bahwa seorang pendidik harus mampu menyampaikan materi yang akan diajarkannya dengan baik. Selain itu, aliran pragmatis juga percaya bahwa seorang pendidik harus mampu mengajarkan materi dengan cara yang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.



Komentar