Metode Penulisan IMRAD

IMRAD merupakan salah satu metode penulisan dalam publikasi ilmiah. Halaman ini akan menjelaskan lebih jauh tentang metode penulisan IMRAD.
Reza Noprial Lubis

Bila Anda melihat artikel ilmiah yang diterbitkan dalam Jurnal berkala, umumnya mereka dibangun berdasarkan metode penulisan IMRAD. Ini menjadi acuan banyak jurnal ilmiah, dan menjadi salah satu metode populer dalam penulisan artikel ilmiah. Mari kita pelajari.

Apa Itu IMRAD?

Istilah IMRAD sebenarnya merupakan singkatan. Ia terdiri dari Introduction, Methods, Result, dan Discussion. Bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maka berarti Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan. Itulah sebabnya, mengapa pada artikel jurnal terdapat bagian-bagian yang terdiri dari IMRAD itu sendiri.

Metode IMRAD pada dasarnya memiliki sejarah panjang. Ia berubah-ubah dengan menyesuaikan kondisi zaman dalam kaitan ilmiah. Khusus untuk IMRAD, sejak abad 20 mulai banyak digunakan dan diterima dalam kalangan ilmiah.

Cara Menggunakan Metode IMRAD Dalam Artikel

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa IMRAD itu mengandung pendahuluan, metode, hasil dan diskusi. Mari kita lihat penjelasan lebih detail tentangnya berikut ini:

Introduction (Pendahuluan)

Bagian Pendahuluan (Introduction) dalam metode penulisan IMRAD memiliki peran penting dalam memberikan konteks dan landasan untuk penelitian yang dilakukan. Bagian ini memberikan latar belakang penelitian, tujuan, dan hipotesis. Penulis menjelaskan mengapa penelitian ini dilakukan dan apa yang diharapkan dari penelitian tersebut.

Dalam menyusun pendahuluan, ada beberapa hal yang kerap menjadi perhatian. Diantaranya seperti:

  1. Latar Belakang Penelitian
    Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang topik penelitian. Penulis menjelaskan mengapa topik ini penting atau relevan, serta merinci latar belakang literatur atau penelitian sebelumnya yang terkait dengan subjek tersebut. Tujuan latar belakang penelitian adalah memberikan konteks yang memotivasi keperluan penelitian yang lebih lanjut.
  2. Tujuan Penelitian
    Penulis menyatakan secara eksplisit tujuan penelitian yang ingin dicapai. Ini bisa berupa pemecahan masalah tertentu, pengembangan pemahaman baru, atau verifikasi suatu teori. Tujuan penelitian menjadi landasan untuk aktivitas penelitian yang dilakukan.
  3. Hipotesis (jika ada)
    Bagian ini mencakup pernyataan atau dugaan awal yang ingin diuji melalui penelitian. Hipotesis memberikan arah pada penelitian dan merupakan prediksi sementara tentang apa yang mungkin ditemukan. Jika penelitian bersifat eksperimental, hipotesis dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang percobaan.

Dengan menyajikan latar belakang penelitian, tujuan, dan hipotesis, bagian Pendahuluan menciptakan dasar yang kuat untuk memahami konteks dan relevansi penelitian. Hal ini membantu pembaca untuk memahami mengapa penelitian ini dilakukan dan apa yang diharapkan dari hasilnya. Pendekatan ini juga membantu menarik perhatian pembaca dan memberikan landasan yang memotivasi kelanjutan membaca bagian Metode, Results, dan Discussion dalam laporan penelitian.

Methods (Metode)

Bagian Metode (Methods) dalam metode penulisan IMRAD memiliki peran kunci dalam memberikan gambaran rinci tentang bagaimana penelitian dilaksanakan. Berikut adalah penjelasan poin tersebut:

  1. Rancangan Penelitian (Research Design)
    Bagian ini merinci struktur keseluruhan penelitian, termasuk pendekatan dan metode yang digunakan. Rancangan penelitian bisa bersifat eksperimental, observasional, kualitatif, kuantitatif, atau campuran, tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan.
  2. Metode Pengumpulan Data
    Penulis menjelaskan metode-metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau data dalam penelitian. Metode ini dapat melibatkan survei, eksperimen, wawancara, observasi, atau kombinasi dari beberapa teknik. Rincian yang jelas tentang bagaimana data dikumpulkan memberikan dasar bagi keandalan hasil penelitian.
  3. Instrumen dan Bahan
    Bagian ini mencakup alat atau instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data, seperti kuesioner, perangkat eksperimental, atau perangkat pengukuran lainnya. Selain itu, bahan atau sumber daya yang digunakan dalam penelitian juga dijelaskan di sini.
  4. Prosedur Penelitian
    Bagian ini merinci langkah-langkah atau prosedur yang diikuti selama penelitian. Ini mencakup informasi tentang bagaimana subjek penelitian dipilih, bagaimana eksperimen dilaksanakan, atau bagaimana data dianalisis. Tujuannya adalah agar peneliti lain dapat mengulangi penelitian dengan mengikuti langkah-langkah yang sama.
  5. Analisis Data
    Penulis menjelaskan teknik analisis yang digunakan untuk mengolah data yang dikumpulkan. Ini bisa termasuk metode statistik, analisis kualitatif, atau pendekatan lainnya tergantung pada jenis data yang diperoleh.

Bagian Metode memberikan pandangan detail tentang proses penelitian, memungkinkan pembaca untuk memahami cara data dikumpulkan, diolah, dan dianalisis. Kejelasan dalam metode penelitian memfasilitasi reproduksi penelitian oleh peneliti lain dan memastikan transparansi dalam pelaksanaan penelitian.

Results (Hasil)

Bagian ini menyajikan temuan utama dari penelitian. Biasanya, ini berupa data dan hasil analisis statistik, wawancara, dan hasil penelitian lainnya (disesuaikan dengan jenis penelitian yang digunakan). Grafik, tabel, dan visualisasi juga data sering digunakan untuk membantu pembaca memahami hasil secara lebih baik.

Discussion (Diskusi)

Bagian ini membahas dan menginterpretasikan hasil penelitian. Penulis menjelaskan implikasi temuan mereka, menghubungkannya dengan penelitian sebelumnya, dan membahas keterbatasan penelitian. Diskusi juga bisa mencakup saran untuk penelitian selanjutnya.

Contoh Penerapan Metode Penulisan IMRAD

Sekarang, kita akan melihat berbagai karya ilmiah seperti Jurnal, yang menggunakan metode penulisan IMRAD. Meski umumnya Jurnal Ilmiah menekankan pada format IMRAD, tidak ada salahnya kita melihat sebagian dari mereka sebagai contoh dalam pembahasan ini.

  1. Jurnal Pendidikan Islam (journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi)
    Salah satu jurnal yang dapat dijadikan contoh disini adalah Jurnal Pendidikan Islam (UIN Sunan Gunung Djati). Dalam template naskah mereka, terlihat jelas bahwa mereka menggunakan format penulisan IMRAD. Lihatlah gambar berikut:
    Contoh Metode Penulisan IMRAD
    Jurnal ini merupakan jurnal terakreditasi SINTA 2. Jadi, dengan menggunakan metode penulisan IMRAD, mereka terlihat lebih profesional dan artikel yang disajikan lebih mengandung informasi detail.
  2. Jurnal Tarbiyah (jurnal.diklinko.id/index.php/tarbiyah)
    Jurnal lainnya yang dapat dijadikan contoh adalah Jurnal Tarbiyah milik Diklinko Journals Publisher. Jurnal ini menggunakan model penulisan artikel IMRAD, yang membuat setiap naskah mengandung informasi yang detail. Berikut ini tampilan dari template Jurnal mereka:
    Contoh Jurnal Menggunakan Metode Penulisan IMRAD
    Saat ini, Jurnal Tarbiyah telah tercatat dalam Portal ISSN, dan akan terus berkembang lebih baik di masa mendatang.
  3. RAZIQ: Jurnal Pendidikan Islam (jurnal.diklinko.id/index.php/raziq)
    Jurnal lainnya yang mengedepankan metode penulisan IMRAD, yakni Jurnal RAZIQ. Jurnal yang satu ini tidak jauh berbeda dengan Jurnal lainnya. Ia mengedepankan penggunaan penyajian artikel, berupa pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan serta daftar pustaka.
    RAZIQ Jurnal Pendidikan Islam
    Source: RAZIQ Jurnal Pendidikan Islam

Kesimpulan

Metode Penulisan IMRAD merupakan bentuk penulisan yang dapat diterima belakangan ini. Metode yang satu ini, menekankan pada berbagai hal yang memungkinkan menghasilkan karya yang detail dan lengkap. Umumnya, berbagai jurnal ilmiah telah menekankan pada metode penulisan ini.

Reza Noprial Lubis
Seorang praktisi pendidikan yang gemar menulis. Halaman blog ini, didedikasikan untuk memberikan nilai edukasi kepada setiap pengunjung tentang pendidikan Islam.
Komentar