Sejarah Kerajaan Perlak di Indonesia

gambar-kerajaan-perlak

Sebelumnya kita telah membahas tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Salah satu dari pembahasan tentang kerajaan Islam di Indonesia itu adalah Kerajaan Perlak. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Sejarah Kerajaan Perlak di Indonesia.

Berdirinya Kerajaan Perlak di Indonesia

Kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah kerajaan Perlak. Kerajaan ini berdiri pada abad 3 H/ 9 M pada tahun 172 H. Sebuah kapal telah berlabuh di Bandar Perlak. Membawa angkatan dakwah dibawah pimpinan nakhoda Khalifah. Yang dari teluk Kambay Gujarat pada tanggal satu Muharram 225 H. Kerajaan Perlak dideklarasikan menjadi sebuah kerajaan Islam dan Sayyid Abdul Aziz dilantik menjadi rajanya dengan gelar sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah. Hasjmy berasal dari keturunan bani Khalifah yang berasal dari jazirah Arab (Arab Saudi sekarang).

Angkatan dakwah yang dipimpin oleh nakhoda Khalifah berjumlah 100 orang, yang terdiri dari dari orang Arab, orang Persia, dan orang India. Mereka ini menyiarkan Ilmu pada penduduk setempat dan keluarga istana. Salah seorang dari mereka, yakni Sayyid Ali dari suku Quraisy yang menikah dengan seorang putri yang bernama Makhdum Tansyuri, salah seorang adik dari Meurah Perlak yang bernama Syahir nuwi. Dari perkawinan ini lahirlah Sayyid Abdul Aziz, putra campuran Arab-Perlak, yang kemudian setelah dewasa pada tahun 225 H dilantik menjadi raja dari kerajaan Islam yang pertama.

Menurut Syahir Nuwi yang menjadi Meurah Perlak itu adalah anak dari Pengeran Salman yang telah memeluk agama Islam. Jikalau kedatangan angkatan dakwah ini pada tahun 173 H, sedangkan Pangeran Salman sebagai seorang muslim datang di Perlak 50 tahun sebelumnya. Maka dapat diduga bahwa Islam masuk di aceh pada awal abad kedua hijriah atau akhir abad pertama hijriah.

Muslim pertama adalah Abdullah Arief, seorang Arab. Abdullah Arief datang dari Mekkah pada masa pemerintahan Maharaja Nurdin (Meurah Nui) tahun 1155-1210 M. Ulama lain yang hidup di zaman Meurah Nui adalah:

  1. Qaid al-Mujahidin Naina al-Malabary, yang mangkat pada tahun 1226 M.
  2. Maulana Quthb al-Ma’aly Abd al-rahman al-Pasy, yang mangkat pada tahun 1213 M.
  3. Tengku Ja’kub Blang Peuria, yang mangkat pada tahun1233 M

Rajanya yang bernama sultan mahdum Alauddin MuhammadAmin, adalah seorang ulama yang mendirikan Perguruan Tinggi Islam. Suatu lembaga majlis taklim tinggi dihadiri khusus oleh para murid yang sudah alim. Lembaga tersebut mengajarkan dan membacakan kitab-kitab agama yang berbobot pengetahuan tinggi. Misalnya: kitab Al-Umm oleh imam Syafi’i, dan lain-lain.

Komentar