Peran Guru PAUD: Panduan Praktik

Peran Guru PAUD merupakan bagian yang cukup penting untuk diketahui bagi setiap guru PAUD. Halaman ini, akan menjelaskan tentang itu lebih jauh.
Reza Noprial Lubis

Berbicara persoalan tentang peran guru, memang berbeda-beda pada tingkatan masing-masing. Guru sejatinya adalah fokus utama di dalam kelas. Guru dituntut harus mampu mengatur kondisi di kelas. Guru juga harus mampu menjadi pusat perhatian di dalam kelas. Bilamana ini tidak dapat diraih oleh guru, maka kekhawatiran akan pengabaian terhadap materi yang disampaikan guru itu akan semakin besar. Oleh sebab itu, bagian ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.


Peran Guru PAUD di Dalam Kelas

Peran Guru PIAUD di dalam kelas di dalam kelas diharapkan relatif fokus. Maksudnya adalah siswa tidak harus selamanya merasakan fokus yang berujung pada kebosanaan belajar bagi siswa. Guru dituntut untuk mampu membuat semacam cara belajar yang bervariatif. Belajar sambil bermain adalah khas dari guru PIAUD. Guru PIAUD ditandai dengan kreatifitas yang dimilikinya. Dikatakan demikian, karena dunia PIAUD adalah dunia bermain untuk belajar. Jadi, guru PIAUD harus menguasai kelas agar dapat memimpin berjalannya kegiatan belajar siswa.

Secara umum, paling tidak terdapat empat yang menjadi Peran Guru PIAUD di Dalam Kelas, yakni sebagai berikut:
  1. Menguasai kelas
  2. Memberikan pembelajaran sesuai dengan topik/tema yang berlaku
  3. Menuntun siswa untuk bermain sambil belajar
  4. Menguasai peranan seorang ibu bagi siswa

Diluar Kelas

Peran Guru PIAUD di luar kelas juga tak kalah pentingnya. Justru peranan ini juga harus dipahami pada tiap-tiap guru PIAUD. Sejatinya, PIAUD itu adalah taman bermain, dan umumnya bermain itu tidak hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan di luar kelas. Oleh sebab itu, peranan ini juga tak kalah pentingnya dipahami bagi guru-guru PIAUD.

Di luar kelas, peserta didik itu mengasikkan. Begitu banyak ekspresi yang mereka tampilkan bilamana berada di luar kelas. Jangan sampai guru salah dalam memaknainya. Peserta didik pada usia dini ini perlu untuk dikembangkan ekspresinya. Ekspresinya itu timbul dari kegiatan di luar kelas.

Saat berbaris

Peserta didik itu perlu dikenalkan sejak dini tentang berbaris. Karena, pendidikan anak usia dini itu sebagai lembaga untuk menyiapkan peserta didik dalam pendidikan tingkat selanjutnya. Dalam berbaris, peserat didik itu ditanamkan banyak hal, baik itu tentang kedisiplinan, tentang kerapian barisan, tentang perintah, tentang kepemimpinan (bagi pemimpin barisan) dan lain sebagainya.

Saat bermain

Bermain dalam PIAUD adalah langkah yang tepat bagi guru PIAUD untuk memberikan stimulus kepada siswa tentang lingkungan alam sekitarnya. Ini dimaksudkan agar dirinya tidak canggung menghadapi lingkungan sekitarnya. Pernahkan kita bertanya kepada orangtua siswa tentang apa yang dibicarakan peserta didik sepulang sekolah? Biasanya, peserta didik sangat senang berbicara tentang keadaan sekolahnya, keadaan temannya, kepada orangtua mereka. Disamping pengembangan motorik kasar, permainan di luar kelas sangat membantu nilai sosial bagi tiap-tiap peserta didik.

Bagaimana mungkin kita mengharapkan manusia yang kreatif, bilamana kita tidak memberikan kebebasan tertentu kepada peserta didik? Sebagian besar kreatifitas itu muncul dari apa yang mereka lihat, dan diterima pada akal pikir mereka, sehingga melakukan modifikasi dalam pikir mereka, dan terbit atau muncul dari tingkah laku mereka.

Kegaitan di luar kelas ini sangat cocok unuk melatih kreatifitas mereka. Oleh sebab itu, jangan sampai menyita waktu peserta didik hanya untuk fokus di dalam kelas yang terkesan monoton itu. Apalagi di era modern ini, cukup banyak hal yang perlu dikenalkan kepada peserta didik tentang bagaimana sebenarnya di lingkungan itu, terutama dalam lingkungan sekolah.

Reza Noprial Lubis
Seorang praktisi pendidikan yang gemar menulis. Halaman blog ini, didedikasikan untuk memberikan nilai edukasi kepada setiap pengunjung tentang pendidikan Islam.
Komentar