Ketahui Instrumen Penelitian Kualitatif dan Cara Membuatnya

Instrumen penelitian merupakan bagian yang penting dalam proses penelitian. Simak artikel ini bila ingin tahu tentangnya serta contoh instrumennya.
Reza Noprial Lubis

Tidak ada penelitian yang tidak membutuhkan instrumen. Proses pengambilan data dalam sebuah penelitian, tentu saja membutuhkan instrumen. Inilah yang akan dijelaskan pada halaman ini secara lebih detail.

Apa Itu Instrumen Penelitian Kualitatif

Instrumen penelitian pada dasarnya bermakna "alat" yang dipakai dalam proses pengambilan data dalam sebuah penelitian. Setiap penelitian harus memiliki instrumen tertentu untuk mengambil data dalam proses penelitiannya. Jadi, kehadiran instrumen benar-benar menjadi kunci dalam praktik penelitian.

Instrumen juga tidak dibuat dengan sembarangan. Melainkan, instrumen juga dibangun dengan berlandaskan pada etika penelitian. Jadi, sudah seharusnya peneliti menghasilkan instrumen yang memiliki keterkaitan erat dengan objek penelitiannya.

Dalam penelitian kualitatif, membutuhkan data-data yang memiliki keterkaitan dengan deskripsi terhadap fenomena tertentu. Seperti persoalan sumber data kualitatif, yang mana terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumen. Jadi, instrumen penelitian kualitatif yang dimaksudkan disini harus menyediakan instrumen untuk mengambil data-data itu.

Cara Membuat Instrumen Kualitatif

Sekarang, kita akan mencoba mempelajari tentang bagaimana cara membuat instrumen penelitian kualitatif. Kita akan mencoba membuat instrumen wawancara, karena wawancara adalah salah satu sumber data pokok dalam penelitian kualitatif.

Tentukan Fokus Penelitian

Penelitian kualitatif mengedepankan tentang fokus penelitian. Fokus penelitian adalah bagian kecil dari objek penelitian. Pelajari tentang fokus penelitian.

Buat Pertanyaan Sesuai Dengan Masing-Masing Fokus

Sekarang, buatlah beberapa pertanyaan yang terkait dengan masing-masing fokus penelitian. Pertanyaan itu dibuat dengan landasan mengungkapkan data penelitian. Jadi, pertanyaan yang mendalam adalah kunci penting disini.

Buat Lebih Banyak Pertanyaan

Untuk dapat mengungkap fakta yang lebih mendalam, dibutuhkan pertanyaan wawancara yang lebih banyak dan kompleks. Pertanyaan-pertanyaan yang mendalam, dimungkinkan dapat menghasilkan data-data yang tidak terduga dan lebih dalam. Pertanyaan juga diarahkan pada pengungkapan masalah (objek penelitian). Jadi, membuat lebih dari 4 pertanyaan untuk masing-masing fokus penelitian adalah cara yang lebih baik.

Contoh Instrumen Penelitian Untuk Kualitatif

Sekarang, mari kita lihat berbagai instrumen dalam penelitian kualitatif. Saya membaginya menjadi 3 bagian, instrumen wawancara, instrumen observasi, dan instrumen studi dokumen.

Instrumen Wawancara Kualitatif

Seperti wawancara pada umumnya, membutuhkan dokumen khusus untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan wawancara yang akan diajukan oleh peneliti. Hal ini tentunya bertujuan untuk meminimalisir informasi bias atau bahkan keluar dari keterkaitan dengan objek penelitian.

Gambar ini dapat dijadikan contoh instrumen wawancara dalam penelitian kualitatif:

Wawancara juga dibangun dengan mengacu pada objek penelitian. Jadi, tidak sembarangan membuat pertanyaan-pertanyaan itu.

Instrumen Observasi

Dalam aktivitas observasi, peneliti seharusnya mempersiapkan dokumen instrumen. Instrumen ini disusun sesuai dengan bidang-bidang yang ingin ditemukan oleh peneliti, yang memungkinkan memiliki nilai kuat mengungkapkan fakta-fakta.

Penelitian kualitatif biasanya berlaku mengikut kondisi yang ada. Itu sebabnya, berbagai instrumen dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan data penelitian.

Instrumen Studi Dokumen

Dalam pelaksanaan penelitian kualitatif, salah satu instrumen pendukung dan sekaligus memperkuat adalah instrumen studi dokumen. Instrumen ini dibuat khusus untuk menjajaki dokumen-dokumen yang memiliki keterkaitan dengan penelitian.

Peneliti terlebih dahulu merangkum dari objek penelitiannya. Memecahnya ke dalam sub-sub bagian tertentu, dan membuat formulir kosong yang ditujukan untuk ditemukan di lokasi penelitian. Lagi-lagi, instrumen ini berlaku fleksibel. Artinya, bilamana ada data lain yang muncul, maka peneliti dapat menambahkan instrumennya.

Yang terpenting, bahwa instrumen adalah acuan untuk mengambil data penelitian. Namun dalam penelitian kualitatif, itu tidak selamanya mengikat, karena kualitatif bertujuan untuk mengungkap fakta dari situsi atau fenomena yang ada.

Menjalankan Instrumen Penelitian

Setelah instrumen penelitian itu disusun, maka hal yang perlu diketahui selanjutnya adalah bagaimana menjalankannya di lokasi penelitian. Ingat, instrumen itu adalah alat untuk mengambil data, dan ini Penting!

Dalam menjalankan instrumen penelitian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Peneliti semestinya senantiasa membawa dokumen instrumen ketika melangsungkan penelitian, karena ini adalah kunci kesuksesan dalam penelitian.
  2. Pastikan data yang ditemukan, memiliki keterkaitan dengan penelitian, dan instrumen dapat dijadikan acuan utama dalam hal ini.
  3. Dalam penelitian kualitatif, instrumen dibutuhkan untuk tiga sumber data utama, yaitu observasi, wawancara dan dokumen. Pastikan data yang ditemukan sesuai dengan ketiga sumber itu.
  4. Pedoman wawancara, merupakan bagian yang penting. Pastikan instrumen wawancaranya benar-benar dilaksanakan pada informan penelitian yang tepat.
Penelitian akan berhasil mendapatkan data yang diinginkan, bila instrumen penelitian dijalankan dengan benar. Gunakan instrumen itu untuk mengambil data dari sumber data utama dalam penelitian kualitatif.

Kesimpulan

Instrumen adalah alat pengambilan data penelitian. Keberhasilan sebuah penelitian ditentukan dengan instrumen penelitian. Dalam kualitatif, instrumen dapat beragam, sesuai dengan kebutuhan data seperti wawancara, observasi, dan dokumen. Untuk menjalankan instrumen, pastikan instrumen benar-benar diajukan kepada informan yang tepat.

Reza Noprial Lubis
Seorang praktisi pendidikan yang gemar menulis. Halaman blog ini, didedikasikan untuk memberikan nilai edukasi kepada setiap pengunjung tentang pendidikan Islam.
Komentar