Prinsip-Prinsip Evaluasi Pendidikan

Evaluasi merupakan suatu kegiatan penilaian terhadap suatu kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Evaluasi yang dimaksudkan yakni dalam konteks pendidikan atau pembelajaran. Pada umumnya, ini akan memiliki peran dan fungsi penting bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

Evaluasi dalam keberlangsungannya memandang perlu prinsip-prinsip tertentu. Ada beberapa prinsip evaluasi (Sudjana, 2009: 8-9), diantaranya sebagai berikut:

  1. Dalam menilai hasil belajar, hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga pembelajaran dirasa jelas abilitas yang harus dinilai, materi penilaian, alat penilaian, dan interpretasi hasil penilaian.
  2. Penilaian hasil belajar hendaknya menjadi bagian integral dari proses belajar-mengajar. Maksudnya, penilaian hendaknya dilakukan pada setiap kegiatan belajar mengajar.
  3. Menggunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya komprehensif.

Abdul Mujid dan Jusuf Mudzakir (2010, 214) mengatakan bahwa ada 3 (tiga) prinsip-prinsip evaluasi yang harus di perhatikan, yaitu:

  1. Prinsip Kesinambungan (Konstinuitas)
    Dalam ajaran Islam, sangat diperhatikan prinsip kontinuitas, karena dengan berpegang dengan prinsip ini, keputusan yang di ambil oleh seseorang menjadi valid dan stabil, dan menghasilkan suatu tindakan yang menguntungkan, serta untuk mengetahui perkembangan peserta didik sehingga kegiatan dan kerja peserta didik dapat dilihat melalui penilaian.
  2. Prinsip Menyeluruh (Konprehensif)
    Prinsip ini melihat semua aspek, seperti aspek kepribadian, ketajaman hafalan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerja sama, tanggung jawab dan sebagainya.
  3. Prinsip Objektivitas
    Prinsip ini dilakukan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak boleh dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. Allah Swt., memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu, jangan karena kebencian ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan.

A. Heris (208, 186) mengatakan ada 5 prinsip evaluasi yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Prinsip Valid (kebenaran suatu data)
    Evaluasi mengukur apa yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis tes terpercaya dan shahih. Artinya adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat di pertanggungjawabkan maka data yang akan dihasilkan akan salah dan menghasilkan kesimpulan yang dimilikinya menjadi salah.
  2. Prinsip Kesinambungan (kontinuitas)
    Evaluasi tak hanya dilakukan setahun sekali, atau per semester, tetapi dilakukan secara terus-menerus, dimulai dari proses belajar mengajar kemudian memperhatikan peserta didiknya, sehingga peserta didik selesai dari lembaga sekolah. Evaluasi dilakukan secara kesinambungan untuk untuk mengetahui perkembangan peserta didik sehingga kegiatan dan kerja peserta didik dapat dilihat melalui penilaian.
  3. Prinsip Menyeluruh (komprehensif)
    Prinsip ini melihat semua aspek, seperti aspek kepribadian, ketajaman hafalan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerja sama, tanggung jawab dan sebagainya. Bila hal ini diperlukan, masing-masing bidang diberikan penilaian secara khusus, sehingga peserta didik mengetahui kelebihannya disbanding dengan teman-temannya, karena setiap peserta didik diasumsikan tidak semuanya memiliki mpengetahuan dan keterampilan secara utuh.
  4. Prinsip Bermakna
    Evaluasi diharapkan memiliki makna yang segnifikan bagi semua pihak. Untuk itu evaluasi hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
  5. Prinsip Objektivitas
    Prinsip ini dilakukan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak boleh dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. Allah Swt., memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu, jangan karena kebencian ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan.
Komentar