Prinsip Penelitian Kualitatif: Landasan Terpenting

Prinsip adalah landasan awal pembangun sebuah aktivitas atau tindakan. Halaman ini, akan menjelaskan lebih jauh tentang prinsip penelitian kualitatif. Artikel pendukung berkaitan dengan ini, dapat melihat pada halaman Penelitian Kualitatif.

Tentang Prinsip Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang menekankan pemahaman mendalam terhadap fenomena, konteks, dan makna, dibandingkan dengan pengukuran kuantitatif. Dalam konteks penelitian, "prinsip" merujuk pada pedoman atau aturan dasar yang menjadi landasan atau panduan dalam perancangan, pelaksanaan, dan analisis sebuah penelitian.

Berdasarkan hal itu, prinsip-prinsip kualitatif dimaknai sebagai landasan pelaksanaan penelitian kualitatif meliputi rancangan, pelaksanaan, analisis, dan segala aktivitas penelitian yang digunakan dengan metode kualitatif.

Prinsip Penelitian Kualitatif

Prinsip-prinsip penelitian kualitatif melibatkan pendekatan yang mendalam dan kontekstual untuk memahami fenomena. Berikut adalah beberapa prinsip utama:

  1. Keholisan (Holism)
    Pendekatan kualitatif cenderung melibatkan studi keseluruhan dan kompleksitas konteks. Penelitian ini mempertimbangkan berbagai aspek yang saling terkait.
  2. Konteksualitas (Contextuality)
    Fenomena yang dipelajari ditempatkan dalam konteksnya. Artinya, penelitian kualitatif memperhatikan pengaruh lingkungan dan situasi terhadap fenomena yang sedang diteliti.
  3. Subjektivitas (Subjectivity)
    Penelitian kualitatif mengakui bahwa peneliti adalah instrumen utama. Subjektivitas dan interpretasi peneliti memainkan peran kunci dalam memahami makna dan konteks.
  4. Keterlibatan (Involvement)
    Beberapa penelitian kualitatif mungkin melibatkan peneliti secara langsung dalam situasi atau konteks yang sedang diteliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
  5. Fleksibilitas (Flexibility)
    Penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan mampu menyesuaikan desain penelitian dengan perkembangan yang terjadi selama proses penelitian.
  6. Ragam Metode (Variety of Methods)
    Penelitian kualitatif seringkali menggunakan berbagai metode, seperti wawancara, observasi, analisis dokumen, dan partisipasi langsung untuk mendapatkan pemahaman yang holistik.
  7. Konsistensi (Consistency)
    Meskipun bersifat fleksibel, penelitian kualitatif tetap membutuhkan konsistensi dalam pendekatan dan analisis agar hasil dapat diandalkan.
  8. Pengembangan Teori (Theory Building)
    Penelitian kualitatif seringkali berkontribusi pada pengembangan teori dengan menyajikan temuan baru dan pemahaman yang mendalam tentang fenomena tertentu.
  9. Rigorous Analysis (Analisis yang Ketat)
    Meskipun bersifat interpretatif, penelitian kualitatif membutuhkan analisis yang teliti dan sistematis untuk menghasilkan temuan yang dapat dipercaya.
  10. Validitas dan Reliabilitas (Validity and Reliability)
    Dalam konteks kualitatif, validitas dan reliabilitas diartikan dengan cara yang berbeda dibandingkan penelitian kuantitatif. Validitas dalam penelitian kualitatif sering berhubungan dengan ketepatan interpretasi, sedangkan reliabilitas dapat terkait dengan konsistensi dalam analisis.

Secara keseluruhan, prinsip-prinsip ini membimbing para peneliti untuk mengembangkan penelitian yang mendalam, relevan, dan berkualitas tinggi dalam pendekatan kualitatif.

Komentar