Pada tahun 2024–2025 saya mendapat kesempatan berharga sebagai penerima Program Hibah Riset Kemenag–LPDP (MORA The Air Funds). Melalui program ini, saya melaksanakan riset bertema Penerapan Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).
Riset ini membawa saya berkeliling ke berbagai kampus UIN di Indonesia, mulai dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sumatera Utara Medan, hingga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Akhirnya, rangkaian penelitian ini ditutup di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menjadi lokus terakhir pada 16–21 November 2025.
UIN Malang: Lokus Terakhir yang Memberi Banyak Pembelajaran
Selama pelaksanaan riset di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 16–21 November 2025, kami berkesempatan melakukan serangkaian pertemuan dengan berbagai unit strategis kampus. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam menggali informasi mendalam mengenai implementasi kebijakan MBKM di lingkungan UIN.
Kami diterima dengan hangat oleh Wakil Rektor yang membidangi akademik. Disamping itu, kami juga berdiskusi banyak hal dengan Wakil Rektor 2. yang memberikan gambaran komprehensif mengenai arah dan strategi kampus dalam penguatan program MBKM serta integrasinya dengan kurikulum berbasis moderasi beragama.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan tim dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), yang memaparkan bagaimana kultur riset UIN Malang mendukung pelaksanaan program MBKM, khususnya dalam skema riset mahasiswa dan kolaborasi akademik.
Tidak hanya itu, kami juga bertemu dengan Dekan Fakultas Syariah yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor I, dan juga terlibat dalam penyusunan kebijakan MBKM di Kementerian, sehingga memberikan perspektif historis sekaligus strategis terkait dinamika implementasi kebijakan MBKM dari waktu ke waktu.
Mottonya, Mantap-Melesat...!! 😎
Selain itu, kami berdiskusi dengan Ex Ketua Senat mengenai penguatan regulasi, tata kelola akademik, dan peran senat dalam memastikan mutu pelaksanaan program di tingkat fakultas dan universitas.
Pelaksanaan riset di UIN Malang (16–21 November 2025) menjadi penutup yang kaya akan wawasan dan pengalaman baru. Beberapa temuan penting dari lokus ini antara lain:
- Budaya akademik yang kokoh
UIN Malang menunjukkan kesiapan kelembagaan yang baik dalam menjalankan MBKM, terlihat dari koordinasi yang rapi antarunit akademik dan non-akademik.
- Infrastruktur pendukung yang kuat
Fasilitas kampus seperti pusat karier, LPM, dan unit-unit penjaminan mutu turut mendukung implementasi program MBKM secara sistematis.
- Antusiasme mahasiswa yang tinggi
Banyak mahasiswa menunjukkan minat mengikuti ragam aktivitas MBKM, mulai dari magang, program kemanusiaan, asistensi mengajar, hingga riset-meski tetap membutuhkan pendampingan administratif.
- Tantangan memperluas jejaring mitra
Beberapa mitra eksternal masih memerlukan pemahaman tentang karakter kampus keislaman agar kerja sama dapat berjalan lebih optimal.
Refleksi Perjalanan Riset: Dari Aceh, Jawa, hingga Malang
Mengunjungi enam UIN memberikan gambaran bahwa implementasi MBKM sangat dipengaruhi oleh konteks lokal:
- Aceh & Medan: kearifan lokal dan ikatan komunitas sangat kuat
- Jakarta & Bandung: akses jejaring industri dan lembaga nasional lebih luas
- Yogyakarta: ekosistem akademik dan kreatifitas kampus sangat mendukung inovasi
- Malang: harmoni nilai spiritual, tradisi pesantren, dan modernitas akademik
Meski dengan keberagaman tersebut, seluruh kampus memiliki misi yang sama: menghasilkan lulusan UIN yang unggul, adaptif, dan tetap berakar pada nilai keilmuan Islam.
Penutup
Riset ini tidak hanya memberikan pemahaman akademik yang lebih dalam, tetapi juga memperkaya pengalaman personal saya dalam menjelajahi dinamika pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dukungan Kementerian Agama, LPDP, dan seluruh sivitas akademika UIN di enam kota menjadi kunci kelancaran studi ini.
UIN Malang, sebagai lokus terakhir pada 16–21 November 2025, memberikan penutup yang sangat berkesan untuk perjalanan penelitian yang penuh pembelajaran.
Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan penelitian ini. Penghargaan khusus kami sampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta LP2M UIN Sumatera Utara Medan atas hibah penelitian Kementerian Agama yang diberikan pada tahun 2024, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Penetapan Penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit, Nomor: 6841 Tahun 2024.
Program penelitian ini terlaksana melalui dukungan dan kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Pendanaan MoRA The AIR Funds. Kami juga mengucapkan terima kasih atas fasilitas dan dukungan yang diberikan sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan baik.
Kontribusi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam keberhasilan penelitian ini.