Mengatasi 400 Server Host Not Allowed OJS

Beberapa hari yang lalu, saya melihat kesalahan 400 Server Host Not Allowed di OJS, dan disini akan dijelaskan lengkap tentang cara saya mengatasinya.
Reza Noprial Lubis

Iseng-iseng, kemarin saya membuka file error_log di root OJS, dan melihat informasi kesalahan seperti: Server host "www.jurnal.diklinko.id" not allowed!.

400-Server-Host-Not-Allowed
400 Server Host Not Allowed

400 Server Host Not Allowed adalah error HTTP yang terjadi ketika permintaan dari browser (pengguna) ditolak oleh server. Server menganggap alamat domain atau host yang Anda akses tidak valid, tidak terdaftar, atau tidak diizinkan untuk diakses melalui konfigurasi sistem website dalam OJS.

Disini, saya akan memberitahukan tentang penyebab dan solusi untuk mengatasi masalah ini, berdasarkan pengalaman. Mari kita teruskan.

Penyebab 400 Server Host Not Allowed di OJS

Beberapa hari sebelum postingan ini diterbitkan, saya mendapati error (yang menurut saya sangat penting), yang saya temukan dalam file error_log. Ada pesan kesalahan seperti: Server host "www.jurnal.diklinko.id" not allowed!.

Kode Error 400 itu muncul, ketika pengguna mengakses halaman jurnal dengan www atau non-www yang tidak di daftarkan di konfigurasi OJS. Misalnya: jurnal mendaftarkan host-nya di jurnal.diklinko.id. (non-www), maka orang-orang yang datang dengan www, akan mendapati error ini.

Cara Mengatasi 400 Server Host Not Allowed di OJS

Mengatasi ini, ada 2 solusi. Mendaftarkan kedua host, atau justru membuat redirect (rekomendasi saya). Anda dapat memilihnya. Mari kita lihat kedua cara ini, dan masing-masing kelebihannya.

1. Mendaftarkan Kedua Host

Cara ini sangat mudah, tetapi tidak direkomendasikan. Halaman mungkin terlihat baik-baik saja. Tetapi, tidak untuk indeks Google. Anda hanya perlu menambahkan host, di file config.inc.php. Langkahnya:

  • Buka file: /public_html/jurnal.diklinko.id/config.inc.php
  • Cari baris: allowed_hosts = "jurnal.diklinko.id"
  • Ubah menjadi: allowed_hosts = "jurnal.diklinko.id,www.jurnal.diklinko.id"

Setelah menyimpan file config.inc.php dengan kode baru, halaman akan berfungsi dengan baik. Anda dapat mencoba membuka halaman dengan www atau non-www. Halaman akan tetap terbuka, dan pengunjung tetap dapat berselancar disana.

Meski tidak ada masalah pada tampilan, saya menganggap bahwa ini adalah duplikat. Konten yang sama muncul dalam dua sisi (www dan non-www). Itu artinya duplikat, dan akan berpengaruh pada indeks Google.

2. Redirect Ke Host Tunggal (Rekomendasi)

Redirect ke Host Tunggal adalah cara yang paling saya rekomendasikan. Memiliki dua URL berbeda (www dan non-www) untuk konten yang sama itu buruk. Google bisa menganggapnya duplikat. Lebih baik redirect www ke non-www (atau sebaliknya, pilih salah satu konsisten).

Redirect ini dilakukan di file .htaccess (bila Anda tidak menemukan file ini, Anda dapat membuatnya) di root jurnal Anda, dan tambahkan baris kode ini:

# Redirect www ke non-www
RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\.jurnal\.diklinko\.id [NC]
RewriteRule ^ https://jurnal.diklinko.id%{REQUEST_URI} [L,R=301]

Anda hanya perlu menyesuaikan alamat domain yang digunakan. Selanjutnya, orang-orang yang datang dengan www, mereka akan langsung diarahkan ke non-www. Itu semua tergantung dengan bagaimana konfigurasi atau domain anda didaftarkan. Apakah domain menggunakan www atau non-www.

Penutup

Dari dua solusi di atas, redirect ke host tunggal adalah pilihan terbaik. Selain mengatasi error, cara ini juga menjaga konsistensi URL dan mencegah masalah duplikat konten di mesin pencari.

Reza Noprial Lubis
Seorang praktisi pendidikan Islam. Kadang ceramah, kadang menulis, kadang meneliti. Tetapi lebih sering BERIMAJINASI.
Komentar